Horangi, perusahaan keamanan siber berbasis di Singapura, mengumumkan bahwa solusi keamanan komputasi awan (cloud) milik mereka, Warden, telah bergabung di Google Cloud Platform. Dengan begitu, Horangi dapat memberikan solusi multi-cloud kepada para pelanggan mereka.

CEO dan Co-Founder Horangi Paul Hadjy mengatakan nantinya pelanggan Amazon Web Service (AWS) dan GCP dapat menggunakan Warden sebagai titik untuk mengevaluasi postur keamanan dan kepatuhan mereka.

Berdasarkan penelitian Horangi terkait perangkat keamanan komputasi awan mengindikasikan bahwa 99 persen dari pemindaian infrastruktur komputasi awan memiliki kerentanan keamanan. Warden berupaya memperkuat fitur keamanan multi-cloud dan otomatisasi kepatuhan untuk mengatasi kerentanan tersebut.

“Tujuan kami adalah menyediakan pertahanan infrastruktur self-healing komputasi awan kepada pengguna sehingga dapat mendeteksi dan merespon ancaman secara real-time dan otomatis mencegah konfigurasi yang menonjol,” kata Paul dalam siaran pers, Kamis (22/10/2020).

Warden diluncurkan pada 2019 dan telah terdaftar di AWS Marketplace sebagai cloud security posture management (CSPM) utama dalam beberapa bulan setelah peluncurannya.

Warden juga telah digunakan oleh perusahaan seperti SingLife, Ninja Van, Mekari, dan Wallex untuk kebutuhan keamanan komputasi awan mereka.

Menurut data IDC, bisnis di kawasan Asia Pasifik yang dibangun di atas Google Cloud tumbuh dengan kecepatan sebesar 35 persen dari tahun ke tahun. Pada 2021, lebih dari 90 persen perusahaan di Asia Pasifik akan memanfaatkan campuran server komputasi awan pribadi lokal khusus dan platform yang sebelumnya memenuhi kebutuhan infrastruktur dan bisnis mereka.

Sementara lembaga Gartner memproyeksikan market layanan komputasi awan publik di seluruh dunia akan tumbuh dari US$182,4 miliar pada 2018 ke US$331,2 miliar pada 2022, suatu tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 12,6 persen.

Source link