TRIBUNJABAR.ID SUKABUMI – Sejumlah orangtua siswa calon peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 di Kota Sukabumi menilai pelaksaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat tidak efektif karena terkendala fasilitas pendukung, seperti gadget dan jaringan internet yang buruk.

“Dalam pelaksaan MPLS yang anak saya ikut saat ini dan dilaksanakan secara daring tersebut, terhambat oleh gadget, karena harus memiliki sejumlah aplikasi pendukung, seperti zoom dan yang lainnya,” katanya Arya Gumelar (41) saat ditemui dirumahnya di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Senin, (13/7/2020).

Sedangkan, lanjut dia, gadget yang dimiliki oleh anaknya tidak mendukung untuk mendownload aplikasi zoom dan yang lainnya. Jadi terpaksa harus menguninstall beberapa aplikasi penting, apabila tidak maka handphone-nya bisa eror.

“Agar anak saya mengikuti MPLS berjalan dengan lancar, apakah harus, orang tua membelikan lagi gadget yang lebih layak, kan itu tidak mungkin kemarin saja kita sebagi orang tua sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk mempersiapkan anak saya masuk sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan, selain terhambat dengan gadget, dalam dihari permata pelaksaan MPLS secara daring anaknya mengeluhkan gangguan jaringan yang sangat buruk. Sehingga tidak bisa memahami penyampaian materi diberikan oleh pihak sekolah

Menurutnya, apabila kegiatan MPSL tersebut terus dilakukan secara online atau daring maka tidak akan efektif terlebih untuk mengenal lingkungan sekolah serta teman-teman dan para guru pengajar nantinya.

“Rencananyakan MPLS itu dilakuan selama lima hari, maka apabila terus dilakukan secara daring, dan diliatkan secara video lingkungan sekolanya, tetapi  mereka akan sulit untuk ngenal teman-temanya, jadi tidak akan tercipta kemistri dengan dilingkungan sekolah nanti teerutama dengan para gurunya,” kata dia.

Arya mengatakan, meskipun saat ini dalam pandemi Covid-19, pihak sekolah ataupun dinas terkait tidak melakukan MPLS dilungkungan sekolah, namun tetap dengan melakukan pembatasan jumlah peserta dan tetap menjalankan protokol kesehatan berdasarkan anjuran pemerintah.

“Dari beberapa ratus calon peserta didik baru itu kan bisa dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga dapat melaksanakan MPLS dilingkungan sekolah dengan menjalankan protokol kesehatan,” katanya

Source link