Ukraina menjadi negara kelima yang menetapkan beberapa aturan dasar untuk pasar cryptocurrency.

Dalam pemungutan suara yang hampir bulat, Parlemen Ukraina mengadopsi undang-undang yang melegalkan dan mengatur cryptocurrency. RUU itu mulai dirumuskan pada tahun 2020, hingga menuju ke meja Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Penduduk setempat diizinkan untuk membeli dan menukar mata uang kripto. Namun, perusahaan dan bursa yang berurusan dengan kripto diawasi ketat oleh penegak hukum.

Tidak seperti langkah El Salvador yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, undang-undang kripto Ukraina belum memfasilitasi peluncuran bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Selanjutnya: Sebelum El Salvador, dua minggu lalu, Kuba mengesahkan undang-undang untuk mengakui dan mengatur uang kripto, dengan alasan kepentingan sosial ekonomi.

Baca Juga:  Harga Bitcoin Capai Rp 200 Juta, Trader Cuan Rp 8 Juta Sehari

Bulan lalu, Amerika Serikat juga mengusulkan aturan seputar broker kripto dalam tagihan infrastrukturnya senilai USD1 triliun. Undang-undang baru Jerman juga sekarang memperbolehkan mengalokasikan hingga 20 persen ke mata uang virtual seperti bitcoin.

Selanjutnya ada Panama yang juga sedang mematangkan rancangan undang-undang mata uang kripto.

Sumber: Asumsi.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Mohon masukkan nama anda disini