Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) melakukan inisiasi sertifikat berbasis blockchain menggunakan aplikasi terdesentralisasi (decentralized application/DApp) atau aplikasi berbasis blockchain bernama Trusti.

Keterangan pers yang diterima  Jumat (3/7/2020) menyebutkan, melalui inisiasi sertifikat ini, Aptiknas menjadi asosiasi pertama di Indonesia yang menginisiasi blockchain certificate bersama platform Vexanium melalui Trusti.

Ketua Umum Aptiknas, Soegiharto Santoso menyatakan, Aptiknas menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat kartu tanda anggota (KTA) dalam asosiasinya.

“Jadi, dengan memasukan nama dan nomor keanggotaan di jaringan blockchain, akan menghasilkan sebuah barcode file yang nantinya ditempel ke KTA Aptiknas,” terang Soegiharto Santoso.

Pria yang akrab dipanggil Hoky ini menambahkan, pencatatan KTA melalui Trusti sangat membantu Aptiknas dalam melakukan efisiensi proses pencatatan anggota.

Baca Juga:  Jadi Fenomena Dunia, Indonesia Harus Ikut Kuasai Blockchain

“Sampai dengan saat ini anggota Aptiknas telah berada di 29 dewan pengurus daerah (DPD) di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Semoga kedepannya teknologi ini bisa kita manfaatkan untuk aspek lainnya,” jelas Hoky.

Lebih lanjut, Hoky menambahkan, pencatatan KTA Aptiknas merupakan langkah awal dari inisiasi sertifikat blockchain. Sebagai platform yang bisa digunakan oleh semua orang secara global, masih banyak hal dan kemungkinan yang bisa dicapai dengan menggunakan teknologi blockchain, seperti sertifikasi PDF, audit jejak, verifikasi dokumen, auditabilitas forensik dan masih banyak fitur lainnya.

“Kedepannya, tentunya kita akan melihat lebih banyak lagi pengaplikasian dari teknologi ini di berbagai bidang dan industri. Saya turut bangga atas pemanfaatan blockchain yang diluncurkan oleh Vexanium. Apalagi, aplikasi tersebut merupakan karya anak bangsa, sehingga sudah selayaknya kita menggunakan dan membantu mempromosikan agar tumbuh dan berkembang pesat,” tandas Hoky.

Baca Juga:  Blockchain Diwajibkan Punya Standarisasi

Sementara itu, Ketua DPD Aptiknas DKI Jakarta, Fanky Christian, mengatakan, pihaknya akan terus mencoba fitur pencatatan data dan tandatangan digital ini untuk kebutuhan asosiasi. “Selain alurnya mudah, data juga terlindungi di dalam blockchain, sehingga tidak mudah diduplikasi,” pungkas Fanky Christian.

Source link