JAKARTA, Beberapa tahun belakangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) semakin gencar digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Baik itu untuk keperluan bermain game, atau sebagai alat bantu wisata edukasi seperti di Gedung Sate, Bandung.

Ternyata merencanakan perjalanan dengan memanfaatkan kedua teknologi tersebut juga dapat dilakukan oleh pelancong.

“Untuk penggunaan VR/AR itu tergantung dari agen perjalanan yang menggunakan teknologi untuk memfasilitasi bisnis layanan perjalanan online tersebut. Ini juga merupakan sebuah hal yang menarik,” kata Regional Director APAC Operator Territories Travelport Gary Harford saat ditemui Kompas.com dalam acara presentasi data Global Digital Traveler Research (GDTR) 2019 oleh Travelport di The Hermitage, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga:  Facebook Bikin Perangkat VR Berbentuk Kacamata

Penggunaan VR/AR tentu akan mempermudah pelancong untuk menentukan apakah mereka ingin berkunjung ke tempat tersebut atau tidak.

Sebab, mereka dapat merasakan suasana seperti sedang berada di tempat tersebut.

Terlebih lagi jika mereka menggunakan kacamata khusus VR. Pengguna serasa akan dibawa ke tempat tersebut, melalui tampilan gambar dan audio pelengkap.

Berdasarkan survei GDTR terhadap 23.000 wisatawan dari 20 negara, termasuk 500 wisatawan Indonesia, sebanyak 75 persen wisatawan Indonesia mengatakan bahwa mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pengalaman digital yang baik saat merencanakan perjalanan.

“Mereka mengatakan bahwa mereka akan senang jika dalam merencanakan perjalanan, mereka dapat memanfaatkan teknologi ini (VR/AR) melalui ponsel mereka. Tidak hanya anak muda, bahkan hingga wisatawan yang sudah tua juga menginginkannya,” tutur Harford.

Baca Juga:  Pertunjukan Seni Realitas Virtual

Harford mengatakan bahwa sejauh ini masyarakat yang memanfaatkan aplikasi layanan bisnis jasa perjalanan milik mereka dapat fitur Speech-To-Text  (sistem mengubah text jadi audio) untuk merencanakan perjalanan. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan fitur Visual Search (pencarian visual).

Untuk rencana apakah kedepannya Travelport akan memiliki fitur VR/AR yang diintegrasikan ke dalam aplikasi layanan bisnis jasa perjalanan milik mereka, Harford mengatakan bahwa mereka masih akan mengembangkan fitus Speech-To-Text dan Visual Search yang lebih menarik.

Harford juga menuturkan bahwa fokus mereka lebih ke layanan pemberian informasi kurang lebih dari 400 maskapai di seluruh dunia seperti maskapai apa yang sedang aktif dan berapa harga tiket yang ditawarkan.

Baca Juga:  Sandbox VR x CoHive, Jelajahi Realitas Virtual dengan Full Body Immersion

“Namun kembali lagi, hal tersebut (penambahan fitur VR/AR) tergantung bagaimana layanan jasa perjalanan ingin mengembangkan aplikasinya,” tambahnya.

Travelport adalah perusahaan teknologi pemberi fasilitas bisnis jasa perjalanan yang akan menghubungkan penyedia jasa perjalanan dengan para pembeli secara online dan offline.

Source link