PitaData.com – Indonesia berencana meluncurkan Strategi Artificial Intelligence (AI) Nasional pada bulan Agustus mendatang. Momentum nanti bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 Agustus. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama kementerian/lembaga terkait akan meluncurkan Strategi AI Nasional bersama Presiden Joko Widodo.

“Indonesia National Strategy Framework for AI ini merupakan kerjasama dalam sebuah konsorsium – sebuah gugus tugas istilah jaman sekarang yang membangun strategi AI nasional,” kata kepala BPPT Hammam Riza dalam Webinar, Jumat (24 Juli 2020).

Saat ini berbagai negara berlomba-lomba mengembangkan strategi AI masing-masing. Menurut Hammam, penguasa dunia di masa depan adalah negara/kelompok yang mampu memiliki Super Power AI.

Baca Juga:  AI Ditakutkan Bisa Jadi Terminator atau Ultron

Berbagai kekuatan global berusaha untuk menciptakan teknologi AI-nya berdasarkan karakter dan sumber daya yang dimiliki. Indonesia, kata dia, telah memiliki empat misi utama dalam pengembangan AI di Tanah Air.

Bagaimanapun, persaingan antar negara untuk menjadi superpower AI sudah tak bisa dihindarkan, misalnya, China vs AS.

“Begitu hebatnya persaingan itu, sehingga masing-masing negara sekarang berusaha untuk mengembangkan chip berbasis AI. Di Amerika mungkin ada NVIDIA, di China ada Huawei yang mengeluarkan Ascend 910 (AI Processor) yang komputasi GPU-nya spektakuler,” ujar Hammam.

Berikut empat misi utama Strategi AI Nasional:

1. Menyiapkan talenta AI yang kompetitif dan memiliki spesialisasi.

2. AI yang etis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Jadi Tren, Influencer dengan Kecerdasan Buatan Ini Laris Manis

3. Menyediakan data ekosistem dan infrastruktur yang mendukung kontribusi AI untuk pembangunan nasional.

4. Mengkoordinasikan ekosistem penelitian dan mempercepat pertumbuhan inovasi industri AI yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, Hammam menuturkan konsep “Indonesia National Strategy Framework for AI” akan berfokus pada lima bidang, yaitu bidang kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan penelitian, ketahanan pangan dan mobility/smart city.

“Ini semua menjadi bidang prioritas menuju Indonesia 2045 – Visi Indonesia Maju, Mandiri, Adil, dan Makmur,” ujarnya. []

Redaktur: Arif Rahman

Source link