Internet cepat milik Elon Musk, Starlink mengkalim memiliki potensi untuk menghadirkan internet broadband berkecepatan tinggi ke lokasi terpencil. Bahkan bos SpaceX itu mengklaim bahwa layanan internet itu bakal memiliki kemampuan transfer data super cepat.

Dan kabarnya SpaceX berencana menyebarkan satelit yang dilengkapi laser ke orbit, sebagai langkah menghilangkan ketergantungan pada stasiun bumi. Karena sejauh ini jaringan Starlink masih mengandalkan parabola, satelit, dan stasiun bumi.

Dan dari indikasi rencana tersebut sepertinya SpaceX ingin menyingkirkan stasiun-stasiun bumi yang telah terbukti menjadi penghalang untuk mencapai kecepatan transfer data, karena terhambat waktu untuk berkomunikasi dengan satelit.

Maka dengan laser, Musk menilai kecepatan transmisi diperkirakan bisa mencapai sekitar 40% lebih cepat ketimbang serat optik. Akibatnya, tentu konsumen di wilayah terpencil dapat menikmati kemampuan transfer internet yang sangat cepat, diluar kebiasaan umum yang identik dengan daerah tersebut.

Baca Juga:  Klaim Teknologi AI Lebih Berbahaya dari Nuklir, Elon Musk: Orang Bodoh Jika Tak Percaya

Bahkan Musk sangat meyakini, jika Starlink dapat mentransfer paket data dengan kecepatan 180.832 mil per detik, dan kecepatan ini layaknya 97% dari kecepatan cahaya dalam ruang hampa.

Dan sekedar informasi SpaceX sejauh ini telah meluncurkan lebih dari 1.500 satelit penunjang internet ini. Dan proyek ini telah mengeluarkan investasi sebanyak 5-10 miliar dollar AS (sekitar Rp 72,8-145,7 triliun).

Investasi akan membengkak sekitar 20-30 miliar dollar AS (sekitar Rp 291-437 triliun) untuk mempertahankan posisi Starlink di pasar, agar tetap kompetitif dalam jangka waktu yang lama.

CEO Tesla itu juga mengklaim saat ini Starlink telah memiliki 69.000 pengguna aktif dan memprediksi akan mencapai 500.000 pengguna aktif dalam setahun ke depan. Beberapa waktu lalu, Musk mengklaim bahwa Starlink sudah dipesan 500.000 orang.

Baca Juga:  Elon Musk Kembangkan Chip Streaming Musik Terhubung ke Otak

Sumber: Selular.id