KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Emiten pengeceran dan perdagangan produk kesehatan dan kecantikan, PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) bakal membuka 40 gerai Watson baru di sepanjang tahun ini di pulau Jawa dan luar Jawa.

Presiden Direktur Duta Intidaya Lilis Mulyawati memaparkan, meski di tengah masa pandemi, perusahaan tetap berkomitmen untuk membuka gerai, minimal 40 toko di 2020.

“Sepanjang Januari sampai dengan Maret 2020 kami sudah membuka tiga gerai baru. Namun setelah ada pengumuman dari Pemerintah (soal pembatasan fisik dan sosial)  bermulai di Maret, tentunya rencana (ekspansi) gerai baru terhenti karena Corona,” jelasnya saat paparan publik secara virtual, Jumat (17/7).

Namun, lanjut Lilis, pada Juli 2020 Duta Intidaya memulai lagi gerak ekspansinya dengan membuka dua gerai baru di Jakarta dan Jawa Barat.

Baca Juga:  E-Commerce Berlomba Membangun Sendiri Jaringan Logistik

Nah, di sepanjang semester II 2020 ini, Lilis bilang DAYA akan membuka 37 gerai baru lagi di sejumlah wilayah yakni Jakarta, Jawa Barat ,Jawa Timur, Jawa Tengah, dan beberapa wilaya di luar pulau Jawa meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Adapun jika rencana ekspansi pembukaan 40 gerai baru terealisasi,Duta Intidaya akan memiliki 180 gerai hingga akhir 2020.

Gencarnya pembukaan gerai baru ini tidak terlepas dari keberhasilan DAYA  membukukan pendapatan yang melonjak hingga 100% menjadi Rp 1,09 triliun di 2019 dari sebelumnya Rp 547,32 miliar di 2018.

Direktur Duta Intidaya Mohammad Asy’ari menjelaskan meningkatkan pendapatan bersih perseroan di tahun lalu berasal dari peningkatan jumlah gerai dari 105 gerai menjadi 140 gerai serta pertumbuhan penjualan lewat e-commerce yang kuat.

Baca Juga:  Data Pengguna Bocor, E-commerce Disarankan Adaptasi Blockchain

Adapun untuk memuluskan rencana ekspansi gerai barunya, DAYA sudah menyiapkan anggaran dari dana internal perusahaan.  Asy’ari mengungkapkan kurang lebih perusahaan menyiapkan dana Rp 40 miliar untuk pembukaan gerai baru di tahun ini.

“Dana yang dianggarkan untuk 1 gerai offline (rata-rata) sebesar Rp 1 miliar. Namun, tentu saja akan berbeda kebutuhan dana tergantung lokasi,” kata Asy’ari.

Lilis menambahkan tidak hanya ekspansi offline, DAYA juga akan gencar ekspansi penjualan lewat online.

Lilis memaparkan dimulai dari 2016 DAYA sudah mulai meluncurkan gerai online pertamanya di Lazada.com. Kemudian berlanjut di tahun berikutnya hingga 2019 DAYA makin gencar menjalin kerja sama dengan sejumlah platform e-commerce seperti Shopee, Blibli, dan Bukalapak.

Baca Juga:  Harga Bitcoin terus menanjak, ini penyebabnya

Lilis bilang di tahun ini Duta Intidaya akan bekerjasama dengan Tokopedia untuk memperkuat penjualan lewat online.

Source link