Riauaktual.com – Program Berkat yang digagas oleh PT Gojek Indonesia tak semuanya dapat berjalan dengan mulus, di Pekanbaru program Berkat yang digadang-gadang akan meningkatkan kesejahteraan para mitranya mendapatkan tentang dari mitranya sendiri. 

“Program ini secara nasional, kita sudah tanya dan kordinasi dengan teman-teman yang ada di Medan dan daerah lain program ini berjalan dengan baik. Meskipun ini program secara nasional tetapi regulasi ada di tiap-tiap daerah,” kata Media, Wakil Ketua Gerakan Gejolak Driver (Geger) Pekanbaru, Senin (27/07/2020) kemarin. 

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menuturkan kebijakan dari program Berkat tersebut harus bisa berjalan seiringan dengan seluruh daerah. 

“Tentunya jangan sampai ada merugikan mitra GoJek, dan seandainya di Medan bisa positif seharusnya disini (Pekanbaru) juga bisa,” sebutnya, Selasa (28/7/2020). 

Pada saat aksi damai tersebut, salah seorang perwakilan dari driver menuturkan kepada perwakilan dari anggota DPRD Pekanbaru bahwa ada ancaman pemutusan mitra yang akan dilakukan oleh pihak GoJek terhadap mitranya yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Pekanbaru pada hari ini. 

Lanjut politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dirinya menegaskan bahwa menyampaikan keluhannya kepada perwakilan rakyat adalah hak setiap warga negara tanpa ada salah seorang pun yang berhak melarangnya. 

“Kami ini wakil mereka, ketika mereka mengadu ke sini (DPRD) itu hak mereka dan kewajiban kita menerima aduan mereka. Jangan sampai tradisi lama yang tidak relevan sekarang diberlakukan lagi,” tandasnya. (HI)

Source link