Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh iPrice dan App Annie, GoPay menjadi e-wallet dengan jumlah pengguna aktif terbesar di Indonesia pada kuartal kedua tahun 2019.

Posisi GoPay sebagai platform pembayaran digital terkemuka, baik dalam hal jumlah unduhan maupun pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users – MAU), tidak tertandingi sejak kuartal keempat 2017. GoPay berhasil mencapai transaksi USD 6,3 miliar pada Februari 2019 dengan 70% transaksi Gojek dilakukan menggunakan GoPay.

Biggest E-Wallet Apps in Indonesia Based on MAU

Ovo berada di posisi kedua untuk MAU tertinggi, diikuti oleh Dana yang didukung Ant Financial, platform milik negara LinkAja, dan Jenius oleh Bank BTPN. Sementara itu, aplikasi e-wallet yang paling banyak diunduh di Indonesia pada kuartal ini adalah GoPay, Ovo, Dana, LinkAja, dan iSaku.

Dana dan LinkAja bersaing ketat untuk menjadi pemain ketiga di Indonesia dalam hal MAU dan unduhan.

Biggest E-Wallet Apps in Indonesia Based on App Downloads

Sementara penghitungan MAU LinkAja adalah yang terbesar ketiga dari kuartal ketiga 2018 hingga kuartal pertama 2019, itu dikalahkan oleh Dana, pemain yang relatif baru di pasar. Dana adalah hasil dari usaha patungan antara Ant Financial dan konglomerat media Indonesia, Emtek.

Dalam hal pengunduhan, LinkAja juga menempati posisi keempat dalam tiga kuartal terakhir sementara Dana turun ke posisi ketiga.

Namun, mungkin sulit bagi Dana dan LinkAja untuk menantang GoPay dan Ovo karena dua yang pertama saat ini mendominasi pasar dan terintegrasi dengan dua platform aplikasi super, Gojek dan Grab.

Sadar akan persaingan ketat di ruang pembayaran mobile, LinkAja mengatakan terbuka untuk kolaborasi dengan pemain lain. Tak lama setelah diluncurkan, LinkAja mengumumkan kolaborasi strategis dengan Go-Jek untuk menambahkan opsi pembayaran nontunai untuk berbagai layanan dalam ekosistem Go-Jek, menambah peluangnya untuk menjadi di antara tiga pemain e-payment teratas.

Mengutip data dari laporan ASEAN Mobile Payment 2019 yang dirilis oleh Nomura, iPrice menyimpulkan bahwa penggunaan e-wallet meningkat 50% dalam dua tahun terakhir, menandakan peran penting fintech dalam meningkatkan budaya cashless di Indonesia dengan jutaan individu yang tidak memiliki rekening bank.