BELITUNG, KOMPAS.com – PT Bank Central Asia Tbk (KOMPAS100: BBCA) dengan Pengurus Bukit Peramun baru saja meluncurkan aplikasi Peramun Hill yang bisa digunakan untuk mempermudah pengunjung menikmati wisata alam Bukit Peramun, Belitung.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W Hartono mengatakan, peluncuran aplikasi tersebut bakal mempermudah wisatawan terutama generasi millenial dalam menikmati pengalaman wisatanya.

“Aplikasi ini menjawab tren masyarakat jaman now, khususnya generasi millennial dan Gen Z dengan gaya hidup yang serba digital. Melalui Aplikasi Peramun Hill, pengunjung akan dimanjakan seperti memiliki private guide ketika berkunjung Bukit Peramun hanya dalam genggaman smartphone,” ujar dia di Belitung, Jumat (28/2/2020).

“Di sisi lain, peluncuran aplikasi ini merupakan partisipasi nyata BCA dalam fungsi tanggung jawab sosial untuk mengembangkan Bukit Peramun sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia,” tambah Armand.

Baca Juga:  Risiko Besar, BCA Belum Berani Garap P2P Lending Lewat Bank Royal

Adapun Ketua Komunitas Arsel Adie Darmawan yang merupakan pengelola kawasan wisata Bukit Peramun menjelaskan aplikasi tersebut bisa didapatkan melalui Play Store.

Aplikasi tersebut menghadirkan berbagai fitur yang bertujuan memberikan gambaran keindahan alam yang ada di Bukit Peramun serta virtual guide ketika sedang eksplore di bukit peramun.

Aplikasi Lain

Tidak hanya itu, BCA melaunching aplikasi lainnya seperti Virtual Zoo, KEPO (Kenali Pohon), Spot Foto Virtual, serta Online Maps Navigation.

Dia pun menjelaskan, beberapa aplikasi seperti KEPO, pengunjung diminta untuk mendownload secara berbayar sebesar Rp 10.000.

“Untuk yang seperti KEPO ini, masyarakat akan diberi penjelasan mengenai jenis pohon yang bersangkutan, kemudian manfaatnya bisa dalam bentuk suara maupun tulisan. Namun memang harus berbayar Rp 10.000, bisa menggunakan pulsa, GoPay maupun Debit BCA,” jelas dia.

Baca Juga:  Startup Weekend Indonesia Bantu Anak Muda Mengadaptasi Teknologi

Adie menjelaskan, tahun 2019 lalu, wisatawan yang mengunjungi Bukit Peramun mencapai 14.000 orang. Sebagian besar dari mereka adalah wisatawan mancanegara. Diharapkan dengan pengembangan wisata alam yang berbasis teknologi bisa kembali meningkatkan jumlah wisatawan di kawasan tersebut.

BCA mulai melakukan pendampingan Desa Binaan Bukit Peramun sejak 2018. Sebagai langkah awal, BCA memfasilitasi beberapa pelatihan, seperti Layanan Prima, Standar Layanan, Creative Selling Skill, dan Golden Heart Leadership.

Di sisi lain, dalam rangka menunjang sarana dan prasarana, BCA juga memberikan donasi untuk pengembangan mushola, digital information system, tugu/prasasti, dan yang terbaru pembangunan aula atau yang lebih familiar dengan Balai untuk masyarakat Belitung.

Baca Juga:  Risiko Besar, BCA Belum Berani Garap P2P Lending Lewat Bank Royal

Source link