Harga mata uang kripto (cryptocurrency)  bitcoin menyentuh level tertinggi sejak Januari 2018.

Pada Kamis (5/11/2020) waktu setempat, harga bitcoin berhasil mencapai angka 14.900 dollar AS atau setara Rp 214,56 juta (asumsi kurs Rp 14.400 per dollar AS).

Penguatan tersebut utamanya didukung oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian hasil pemilihan presiden AS.

Sejak digelarnya pemilihan presiden, cyrptocurrency terbesar dunia itu telah menguat lebih dari 10 persen.

Bahkan, Bitcoin sempat kembali menguat 5,4 persen menuju angka 14.930 dollar AS.

“Bitcoin adalah pemenang dalam kondisi ekonomi makro saat ini,” ujar Co-founder Morgan Creek Digital Assets, Anthony Pompliano, dilansir dari Reuters, Jumat (6/11/2020).

Selain kekhawatiran terhadap pemilihan presiden, penguatan Bitcoin juga didorong oleh harapan terus digelontorkannya stimulus bank sentral, yang dipoyeksi mampu mendongkrak nilai aset digital.

Baca Juga:  Harganya Naik Terus, Perlukah Investasi Bitcoin? Halaman all

Bank Sentral Inggris telah menambahkan anggaran sebesar 150 miliar poundsterling atau setara 195,2 miliar dollar AS, untuk membeli aset-aset digital.

Kemudian, sinyal serupa juga disampaikan oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve, yang menyatakan akan melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan perekonomian dari Covid-19.

Pada beberapa pekan terakhir, bitcoin terus mengalami penguatan, setelah salah satu platform pembayaran digital, PayPal, mengumumkan rencana penggunaan koin digital sebagai opsi pembayaran dalam platform.

Pengumuman tersebut disambut baik oleh para investor, yang berharap bitcoin dan para pesaingnya dapat menjadi salah satu opsi pembayaran sah.

Source link