Para pengguna gadget tentu sudah tidak asing dengan istilah “hape (HP) kentang”.

Istilah ini kerap digunakan masyarakat untuk mendeskripsikan sebuah ponsel yang memiliki spesifikasi rendah.

Kata “kentang” sendiri merupakan akronim dari kata “kena” dan “tanggung”. Umumnya, ponsel yang masuk dalam kategori ini memiliki spesifikasi entry-level.

Spesifikasi entry-level yang dimaksud seperti RAM berkisar 2 GB atau kurang, serta memori penyimpanan mulai dari 16 GB.

Dengan spesifikasi tersebut, ” HP kentang” menjadi kurang nyaman saat digunakan untuk memainkan sejumlah judul game. Sebab beberapa game populer saat ini membutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi.

Sebagai salah satu yang pernah mencicipi “HP kentang”, atlet e-sports profesional dari tim Dranix, Adam Sutisna, memberikan sejumlah rekomendasi judul game yang bisa dimainkan di ponsel entry-level.

“Ada Clash of Clans, mungkin Mobile Legends, dan Free Fire,” tutur Adam kepada KompasTekno.

Di antara ketiga game tersebut, Clash of Clans (CoC) tergolong sebagai game paling senior. CoC pertama kali hadir pada tahun 2012 lalu dan berhasil merebut perhatian para pecinta game mobile.

CoC menawarkan gameplay yang sederhana namun pemain tetap bisa berkompetisi satu sama lain. Bahkan hingga saat ini, game CoC masih cukup populer.

Baca Juga:  Karena Game Online Free Fire, Singapura Punya Miliuner Baru!

Berdasarkan pantauan KompasTekno, hingga Senin (6/7/2020), CoC masih menduduki peringkat lima besar dalam kategori game “Top Grossing” di Google Play Store.

Sementara Mobile Legends dan Free Fire merupakan game yang lebih baru. Mobile Legends mengusung genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), sedangkan Free Fire adalah game battle royale.

Di Indonesia, game Mobile Legends dan Free Fire sedang naik daun. Kedua game tersebut juga menawarkan opsi pengaturan grafik paling bawah agar bisa digunakan di ponsel dengan spesifikasi rendah.

Gunakan pengaturan grafis paling rendah

Adam pun menceritakan pengalamannya ketika bermain game Free Fire menggunakan “HP kentang”.

Agar terbebas dari lag, Adam mengatur tampilan grafis Free Fire hingga ke pengaturan paling rendah.

Baca Juga:  Sistem Anti-cheat Baru Game Call of Duty Bisa Tangkap Pemain yang Curang

Sebagai informasi, ponsel yang digunakan Adam memiliki spesifikasi RAM 3 GB dan memori internal berkapasitas 32 GB.

“Setting grafik ya pastinya aku pakai smooth dan itu pun masih patah-patah,” ungkap atlet e-sports dengan nickname Maaung ini.

Menurut Adam, lag atau kondisi patah-patah terjadi karena banyaknya aplikasi yang terpasang pada ponsel.

Sementara “HP kentang” sendiri memiliki spesifikasi yang minimum, sehingga tidak dapat memuat banyak aplikasi.

Padatnya aplikasi ini dapat membuat kinerja ponsel semakin berat. Hal ini berujung pada lambatnya performa ponsel ketika menjalankan game tersebut.

Senada dengan yang dikatakan oleh Adam, YouTuber gadget SobatHape, Irwan Kusuma, turut menganjurkan pengguna untuk menurunkan pengaturan grafis pada game.

Baca Juga:  Game "Watch Dogs 2" Bisa Diunduh Gratis Pekan Ini

“Kita harus menurunkan setting grafis di game supaya lebih lancar. Konsekuensi grafis rendah, framerate-nya akan jadi naik karena processing grafis ringan,” jelas Irwan.

Meski memiliki spesifikasi yang rendah, bukan berarti “HP kentang” tidak layak untuk dibeli. Irwan pun menganjurkan pengguna untuk memilih ponsel sesuai dengan kebutuhan pemakaian.

Source link