PitaData.com, BANDUNG – Sequoia meyakini bahwa sejumlah perusahaan rintisan di Indoneisa tetap akan berkembang di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan pun berkomitmen untuk terus menyalurkan pendanaan termasuk ke perusahaan rintisan di Indonesia.  

Managing  Director Sequoia Capital, Abheek Anand mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan rintisan di Tanah Air.

Beberapa perusahaan rintisan melihat Covid-19 sebagai momentum yang mendorong kinerja mereka. Sebaliknya, beberapa lainnya justru melihat Covid-19 sebagai momok yang membuat pendapatan perusahaan merosot.  

Meski secara umum pandemi Covid-19 telah membuat arus pertumbuhan perusahaan rintisan tidak menentu, kata Anand, perusahaan tetap akan menyalurkan pendanaan awal dan pendanaan lanjutan bagi perusahaan rintisan. Sequoia berpendapat bahwa investasi yang mereka salurkan bersifat jangka panjang.

Baca Juga:  YouTube sekarang akan melarang konten yang berisi informasi yang salah tentang vaksin

“Sequoia India bermitra dengan para pendiri untuk jangka waktu yang lama, melintasi siklus pasar, dan tidak dipengaruhi oleh situasi point-in-time,” kata Anand kepada Bisnis, Jumat (24/7/2020).

Dia menambahkan bahwa keputusan pendanaan yang disalurkan tidak didasarkan pada kondisi Indonesia pada 2020, melainkan pada bagaimana ekosistem akan berkembang pada 2030.

Anand menegaskan bahwa Sequoia India mengevaluasi peluang lebih awal dan bertaruh untuk jangka panjang. Strategi investasi Sequoia tercermin saat perusahaan melakukan investasi awal ke kemitraan dengan Tokopedia dan Gojek masing-masing pada 2014 dan 2015. Saat itu, kedua perusahaan tersebut belum menjadi unikorn seperti saat ini.

Sekedar catatan, pekan lalu Sequoia berhasil menghimpun dana dengan total nilai USD$1,35 miliar (Rp 19,65 triliun) dari Sequoia’s Limited Partners.

Baca Juga:  Masih punya bujet, Mandiri Capital akan berinvestasi ke fintech hingga tutup tahun

Dana tersebut rencananya akan disalurkan ke sejumlah perusahaan rintisan di India dan Asia Tenggara, dalam dua bagian yaitu dana ventura senilai US$525 juta (Rp7,64 triliun) dan dana tahap lanjutan senilai US$825 juta (Rp12,01 triliun).

Managing Director Sequoia Capital Shailendra J. Singh menyebutkan bahwa penggalangan dana ini merupakan tanggung jawab besar untuk memberikan nilai tukar kepada Sequoia’s Limited Partners, yang sebagian besar adalah nirlaba, yayasan, dan komunitas amal.

Dengan dana yang dihimpun, Sequoia India berupaya membantu para founder dalam merekrut atau memasarkan dan membangun produk atau meningkatkan modal.

“Sequoia India melakukan segala upaya terbaik untuk membantu mereka berhasil. Tentu hal ini tidak mudah. Para founder di India dan Asia Tenggara menghadapi lingkungan yang penuh tantangan untuk membangun perusahaan,” tekannya

Baca Juga:  AWS Pop-up Loft Jakarta: Berbagi Wawasan Demi Memacu Pertumbuhan Startup Lokal

Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Masuk / Daftar Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Source link