China telah memaparkan sejumlah bidang prioritas dan langkah-langkah yang akan diambil untuk beralih dari perekonomian terbesar kedua di dunia hingga menjadi pemimpin inovasi dunia dalam 15 tahun ke depan. Tiongkok bertekad untuk membuat berbagai terobosan penting dalam sejumlah teknologi utama dan inti.

Tiongkok akan menjalankan pembangunan yang berorientasi pada inovasi, dan menggarap beberapa proyek strategis di bidang kecerdasan buatan, informasi kuantum, integrated circuit, kehidupan dan kesehatan, ilmu otak, pembudidayaan, sains dan teknologi aerospace, serta eksplorasi deep Earth dan deep ocean. Hal-hal ini tercantum dalam teks lengkap proposal pembangunan Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) yang dibuka untuk publik pada Selasa lalu.

Dokumen tersebut adalah proposal kepemimpinan CPC dalam rangka merumuskan Rencana Lima Tahun Ke-14 (2021-2025, Five-Year Plan/FYP) untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial di Tingkat Nasional serta Target-Target Jangka Panjang. Dokumen ini disahkan dalam sesi pleno kelima Komite Sentral CPC Ke-19 yang ditutup pada 29 Oktober.

Kemandirian sains dan teknologi

Dalam pidato penjelasan tentang proposal tersebut, Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPC, menekankan, Tiongkok harus mengutamakan langkah-langkah untuk mempromosikan pembangunan berkualitas pada periode YFP Ke-14.

Untuk itu, Tiongkok bertekad untuk memprioritaskan peran penting inovasi dalam modernisasi, serta membangun kemandirian sains dan teknologi. Keduanya menjadi penopang strategis bagi pembangunan nasional, seperti yang tercantum dalam proposal tersebut.

Baca Juga:  Bangun Markas Baru, Xiaomi Gelontorkan Dana Rp17 Triliun

Tiongkok akan meningkatkan sistem inovasi nasional dan mempercepat langkahnya untuk mengubah negara menjadi kekuatan sains dan teknologi, menurut proposal ini.

“Di satu sisi, kami akan meningkatkan keahlian dalam inovasi independen, sebab sejumlah teknologi utama dan inti tidak dapat dibeli,” ujar Wang Zhigang, Menteri Sains dan Teknologi, dalam acara jumpa pers pada Jumat lalu.

“Lebih lagi, kami juga berharap untuk mempelajari pengalaman yang lebih mutakhir dari negera-negara lain, sekaligus membagikan sederet pencapaian sains dan teknologi Tiongkok kepada dunia, serta menyumbangkan ‘Kearifan Tiongkok’ guna mengatasi berbagai tantangan global,” lanjut Wang.

Dokumen tersebut mengemukakan “peran dominan” perusahaan dalam inovasi, serta tekad Tiongkok untuk memajukan kapasitas inovasi mereka.

Menurut proposal ini, Tiongkok akan mempromosikan pembangunan sejumlah laboratorium nasional, rencana untuk mengembangkan pusat-pusat sains nasional, serta pusat-pusat inovasi regional. Tiongkok juga mendukung pembentukan pusat-pusat inovasi sains dan teknologi internasional di Beijing, Shanghai, dan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area.

Industri-industri baru yang strategis dan pembangunan yang ramah lingkungan

Dokumen ini juga mencantumkan beberapa “industri baru yang strategis”, serta langkah untuk mempercepat pengembangan industri-industri tersebut, termasuk teknologi informasi generasi baru, bioteknologi, energi baru, material baru, peralatan canggih, kendaraan energi baru, pelestarian alam, aerospace, dan peralatan maritim.

Baca Juga:  Proyek Ini Mengubah Emisi CO2 Menjadi Pakan Ternak

Proposal tersebut turut mengetengahkan integrasi internet, big data, dan kecerdasan buatan secara menyeluruh dengan industri-industri lain, memfasilitasi pengembangan klaster manufaktur canggih, membangun serangkaian industri-industri baru yang strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan baru, serta mengembangkan sederet teknologi baru, produk baru, model bisnis baru, serta format bisnis baru.

Sementara, Tiongkok akan mengambil langkah-langkah selanjutnya guna memfasilitasi transformasi pembangunan ekonomi dan sosial yang ramah lingkungan, menurut proposal tersebut.

Tiongkok akan mengurangi intensitas karbon, atau jumlah emisi karbon per unit PDB, serta merumuskan rencana aksi demi mewujudkan puncak emisi CO2 sebelum 2030.

Tekad ini menjadi bagian dari upaya Tiongkok dalam mempromosikan pembangunan yang ramah lingkungan, serta revolusi hijau (green revolution) di dunia pada era pasca-Covid.

Pada September lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping berkata, Tiongkok ingin mencapai netralitas karbon pada 2060.

“Covid-19 menyadarkan kita bahwa manusia harus menjalankan revolusi hijau, dan mempercepat upaya untuk mewujudkan pembangunan dan kehidupan yang ramah lingkungan,” ujar Xi dalam sebuah video sambutan yang dikirimkan untuk Acara Debat pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Ke-75.

Dia mendesak semua negara agar “mengambil langkah penting” untuk menghormati Perjanjian Paris 2015 tentang perubahan iklim. Xi juga berjanji bahwa Tiongkok akan “mencapai puncak emisi CO2 sebelum 2030 dan mewujudkan netralitas karbon sebelum 2060”.

Baca Juga:  Kena Azab Gegara Bohongi Orang Tua, Ngakunya Belajar Tapi Malah Main Game Online, Tangan Remaja 15 Tahun Lumpuh Setelah Sebulan Penuh Terpaku di Depan Komputer - Semua Halaman

“Kemenangan sebentar lagi terwujud” untuk mencapai tujuan xiaokang

Tiongkok telah meraih “sejumlah pencapaian penting” dalam rangka perwujudan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan moderat (disebut xiaokang dalam bahasa Mandarin) di seluruh aspek, menurut proposal tersebut, dan menyatakan “kemenangan sebentar lagi terwujud” untuk target ini.

Dalam pidato penjelasannya, Xi mengatakan, Komite Sentral CPC akan melakukan penilaian dan kajian sistematis atas upaya pembangunan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan moderat di seluruh aspek pada Semester I-2021, yakni sebelum pengumuman resmi tentang tercapainya tingkat kesejahteraan moderat untuk seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Xi, CPC tetap berkomitmen penuh untuk membangun masyarakat dengan tingkat kesejahteraan moderat pada jenjang yang lebih tinggi, dan menguntungkan lebih dari satu miliar orang saat CPC memperingati hari jadinya yang ke-100 pada tahun depan.

Proposal tersebut turut memaparkan keputusan Tiongkok untuk merumuskan pola pembangunan baru. Dalam pola ini, pasar domestik dan luar negeri akan saling melengkapi, sementara, pasar domestik kelak menjadi tumpuan utama. Tiongkok juga bertekad untuk terus membuka diri.

Dukungan akan diberikan untuk wilayah administratif khusus Hong Kong dan Macao. Dengan demikian, kedua wilayah akan meningkatkan daya saingnya, dan mengintegrasikan pembangunannya sendiri ke dalam pembangunan Tiongkok, menurut proposal tersebut.

Source link