Serangkaian peristiwa terjadi pada Kamis (16/7) yang dirangkum dalam kilas internasional. Mulai dari China mengancam Inggris karena blokir Huawei hingga kematian bos startup AS di apartemennya.

China menegaskan akan membalas Inggris setelah memutuskan untuk memblokir jaringan teknologi 5G milik Huawei. Beijing mengatakan bahwa London telah menjadi korban penipuan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan perusahaan milik Tiongkok.

“China akan menindaklanjuti masalah ini, dan akan mengambil serangkaian tindakan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan China yang sah,” kata Hua Chunying pada briefing rutin, Rabu (15/7) seperti dikutip dari AFP.

Baca Juga:  Google Cloud Punya Sistem Keamanan Baru, Bisa Multi-cloud

“Setiap keputusan dan tindakan (yang diambil Inggris) ada harga yang harus dibayar,” kata Hua, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Indonesia kembali menegaskan tidak memiliki klaim sengketa di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga mengatakan Indonesia berdaulat penuh atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) RI di dekat perairan Natuna yang memang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Pernyataan itu diutarakan Retno menyusul ketegangan yang terus meningkat di perairan kaya sumber daya alam itu, terutama antara China dan Amerika Serikat.

Kedua negara adidaya itu saling mengecam terkait manuver masing-masing, seperti latihan militer hingga pengerahan kapal induk, ke perairan tersebut

“Indonesia prihatin dengan ketegangan yang meningkat di Laut China Selatan. Posisi Indonesia di Laut China Selatan jelas dan konsisten. Posisi Indonesia terhadap hak atas zona ekonomi eksklusif (ZEE) kami juga sangat jelas dan konsisten,” kata Retno dalam jumpa pers virtual di Istana Presiden pada Kamis (16/7).

Baca Juga:  Kisah Tragis Fahim Saleh, Bos Startup Tewas Dimutilasi di Amerika

Fahim Saleh, seorang bos perusahaan rintisan (startup) transportasi online Nigeria, Gokada, ditemukan tewas termutilasi di apartemen mewahnya di Lower East Side, New York, Amerika Serikat.

Departemen Kepolisian New York memaparkan pria 33 tahun itu terakhir terlihat dalam rekaman CCTV pada Senin (13/7) malam masuk ke lift gedung bersama seorang pria berpakaian serba hitam yang diduga merupakan pembunuhnya.

Setelah sampai di lantai yang dituju, Saleh langsung menuju apartemennya dan si pria tak dikenal terlihat mengikutinya.

Pria tak dikenal itu langsung menyerang Saleh ketika pengusaha teknologi itu memasuki apartemen.

(evn)

Source link