Perusahaan e-commerce Bukalapak menggunakan aplikasi Oracle Cloud untuk mengelola data keuangan dan tenaga kerjanya. Bukalapak berharap, kemitraan ini bisa mempermudah transaksi di platformnya.

Co-founder dan Presiden Bukalapak M Fajrin Rasyid mengatakan, ada kepastian bahwa proses transaksi dapat dikelola dengan lebih baik dan sederhana karena menggunakan aplikasi Oracle Cloud. “Ini memungkinkan kami untuk lebih fokus pada aspek penting di dalam bisnis kami,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (13/2).

Ada dua layanan yang digunakan. Pertama, Oracle Human Capital Management (HCM) Cloud yang diklaim bisa meningkatkan pengalaman karyawan. Karena data-datanya dikelola secara otomatis di komputasi awan (cloud) ini.

(Baca: Keterbukaan Data Jadi Isu Krusial bagi Pertumbuhan E-Commerce)

Baca Juga:  Bukalapak Rilis Fitur Bayar Tempo untuk Permudah Mitra Akses Pinjaman Produktif

Kedua, Oracle Enterprise Resource Planning (ERP) Cloud sehingga tim keuangan dan pengadaan Bukalapak mendapat visibilitas penuh atas posisi keuangan perusahaan, serta efisiensi waktu dalam mengelola akun dan menutup pembukuan. Dengan begitu, Bukalapak punya banyak waktu untuk mengambil keputusan strategis lainnya.

Saat ini, Bukalapak memiliki empat juta penjual di platformnya. Bukalapak juga sudah memiliki 500 ribu warung dan 700 ribu usaha mikro independen di Indonesia yang terhubung platformnya.

Managing Director Oracle Indonesia Davian Omas menambahkan, solusi komputasi awan (cloud) memiliki kemampuan untuk meminimalkan hambatan bisnis saat bersaing di pasar. Terutama di Asia Tenggara, Oracle telah mendukung para pemula dengan teknologi cloud kami melalui berbagai kerja sama,” ujar dia.

Baca Juga:  Melihat Ekonomi Digital dari Kacamata Dirut Bukalapak

(Baca: Transaksi Dagang Elektronik Versi E-Smart Kemenperin Capai Rp 1,5 M)

Oracle menawarkan kepada para startup akses ke platform cloud dan keahlian untuk membantu mereka memahami lanskap pasar dan membawa inovasi mereka ke pasar. Indonesia menjadi pasar yang menarik karena ada lebih dari 260 juta orang populasi muda dan tingkat penetrasi ponsel pintar (smartphone) sekitar 45% dari total penduduk.

Source link