Dukungan Larry Ellison, pendiri dan chairman Oracle, pada Donald Trump berbuntut panjang. Ratusan pegawai Oracle walk out alias mogok kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ellison akan jadi tuan rumah penggalangan dana kampanye Trump jelang Pilpres AS. Event tersebut digelar di kediaman Ellson, di Rancho Mirage, California. Mereka yang ingin diskusi atau foto dengan Trump dikenai biaya sampai USD 250 ribu.

Nah, banyak karyawan Oracle tidak senang dengan preferensi politik bos mereka ini. Lebih dari 2.300 pegawai telah menandatangani petisi menentang penggalangan dana tersebut. Alasannya, kelakuan Trump dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Oracle.

“Dukungan finansial Ellison pada Donald trump membahayakan wanita, imigran, komunitas kulit berwarna, lingkungan, LGBTQ, dan komunitas transeksual, orang tuna grahita dan buruh di mana saja,” sebut petisi itu.

Baca Juga:  Binus Implementasikan "Oracle PeopleSoft Campus Solutions"

Protes berlanjut dengan walk out. “Sekitar 300 pegawai keluar dari kantornya atau berhenti bekerja dan menghabiskan waktu menjadi relawan kegiatan sipil,” sebut Bloomberg.

Dikutip dari Ars Technica, Oracle punya lebih dari 130 ribu karyawan sehingga angka 300 orang terhitung amat sedikit. Rupanya sebagian karyawan memilih main aman karena takut perusahaan akan mengenakan sanksi.

Dengan mendukung Trump, Oracle sepertinya bakal mendapat beberapa keuntungan. Misalnya dalam kasus gugatan hak cipta melawan Google, pemerintahan Trump sudah terindikasi mendukung posisi Oracle.

Source link