[ad_1]

Pandemi virus corona telah memberi dampak yang cukup besar ke berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Merebaknya pandemi COVID-19 ini menjadi tantangan baru yang mesti dihadapi perusahaan untuk tetap menjalankan bisnisnya.

Dampak dari keberadaan pandemi ini, menurut CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja, juga tak terhindarkan bagi banyak perusahaan rintisan atau startup. Bahkan, kata Nicko, startup sekelas unicorn turut dibuat babak belur.

“Industri sekarang short-term-nya, some win some will lose, kalau kita lihat Traveloka kemarin ada di berita kalau valuasinya itu sudah jauh berkurang. Dan itu banyak sekali di-shaver banyak unicorn yang lain seperti Gojek, Grab bahkan, atau bahkan startup yang belum ke atas sampai ke level unicorn,” jelas Nicko dalam webinar Market Outlook Digital Startup & Venture Capital Industry, Selasa (21/7).

Baca Juga:  Gandeng Google Cloud, BRI Akselerasi Layanan dan Inklusi Keuangan

Kendati demikian, Nicko juga mengakui ada banyak juga perusahaan yang justru pendapatannya meningkat akibat pandemi. Menurutnya perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, ritel, agrikultur, hingga kesehatan justru mengalami peningkatan yang signifikan.

Namun, ia menilai, tak menutup kemungkinan sektor-sektor tersebut bisa mengalami ketidakpastian juga ke depannya. Mengingat belum jelasnya kapan penyebaran COVID-19 akan berakhir serta belum ditemukannya vaksin.

“Nah ini bukan berarti sektor yang grow ini akan grow terus. Kalau misal pandemi ini berakhir sampai akhir tahun atau awal tahun depan, mungkin dampaknya tidak terlalu parah. Tapi kalau sampai tahun depan belum ada vaksin semuanya pasti akan terganggu,” jelasnya.

Kondisi tersebutlah yang kemudian melatarbelakangi BRI Ventures meluncurkan program Sembrani Nusantara. Dengan tujuan, program tersebut bisa memfasilitasi permodalan hingga menciptakan ekosistem untuk sektor-sektor yang tengah berkembang tersebut.
Program pendanaan yang diluncurkan pada akhir Juni 2020 itu, menargetkan pengumpulan dana investasi senilai Rp 300 miliar dari para investor. Dana tersebut nantinya disalurkan dalam bentuk penyertaan saham kepada startup di Indonesia.

Baca Juga:  Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Peneliti Belanda Kembangkan Kecerdasan Buatan dalam Penanganan COVID-19

[ad_2]

Source link