Bitcoin. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com – Seiring dengan perkembangan zaman, kini masyarakat Indonesia mulai tertarik dengan penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran di dalam negeri. Buktinya situs resmi jual beli bitcoin telah hadir menghiasi dunia virtual di Tanah Air.

Bagi kamu yang belum banyak mengetahuinya, bitcoin merupakan mata uang virtual di mana orang bisa melakukan transaksi melalui perangkat elektronik seperti komputer. Salah satu kelebihan dari bitcoin yang sudah banyak orang ketahui yaitu bitcoin merupakan alat tukar yang tahan terhadap pemalsuan.

Platform mata uang digital Luno dalam website-nya menyebut, Indonesia merupakan negara yang pertumbuhan pengguna bitcoin-nya terus meningkat. Apalagi, hasil penelitian menemukan bahwa 80 persen orang Indonesia (sekitar 200 juta orang) merupakan kelompok yang tak tersentuh perbankan (unbankable). Dengan begitu, potensi bitcoin untuk digunakan masyarakat Indonesia masih sangat besar.

Maka berikut ini informasi selengkapnya mengenai bitcoin sebagai mata uang digital lengkap dengan kelebihan dan kekuranganya telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Asal Usul Bitcoin

Nakamoto mengklaim dirinya telah mengerjakan proyek Bitcoin sejak 2007. Pada 2008, dia mempublikasikan sebuah laporan penelitian bertajuk The Cryptography Mailing List di metzdowd.com. Isi laporannya mengenai deskripsi bitcoin sebagai mata uang digital.

Baca Juga:  Ini Cara Instal iOS 14 Versi Beta Publik, Sudah Tahu?

Selang satu tahun kemudian, dia merilis software bitcoin dan meluncurkan jaringan serta unit mata uang pertamanya yang terkenal super canggih. Dengan penyebarannya secara global di internat, beberapa sistem pertukaran baru pun muncul pada 2010.

Setelah itu, pertukaran file bitcoin dari satu komputer ke komputer lain semakin mungkin dilakukan dengan harga yang lebih rendah. Sementara itu, konsep mata uang digital pertama kali muncul pada 1999 dari Wei Dai yang dikenal dengan b-money.

Mata uang tersebut secara signifikan menginspirasi bitcoin tetapi disertai dengan peningkatan sistem keamanan dan legitimasi bagi para penggunanya. Nakamoto sebagai penemunya diketahui sangat aktif dalam memodifikasi software bitcoin dan memberikan informasi teknis di forum bitcoin hingga kontaknya mulai sulit dilacak pada pertengahan 2010.

Sampai beberapa bulan sebelum dia menghilang, hampir semua modifikasi pada kode bitcoin diselesaikan dengan baik oleh Nakamoto. Dia mulai jarang menerima kontribusi pada siapapun. Sebelum dia benar-benar menghilang, dia menunjuk Gavin Andresen sebagai penerusnya dan memberinya akses masuk ke proyek bitcoin SourceForge dan salinan password-nya.

Baca Juga:  Kena Retas, Crypto Exchange Asal Jepang Kehilangan US$32 Juta

2 dari 3 halaman

Kelebihan Bitcoin

Berikut ini adalah kelebihan bitcoin sebagai alat pembayaran yaitu sebagai berikut:
1. Keamanan
Tak seperti mata uang konvensional yang rawan pemalusan, aturan kriptografi yang diterapkan pada bitcoin membuat para pemiliknya terhindar dari risiko yang sama.
2. Mampu berperan sebagai mata uang global
Meski setiap negara telah memiliki mata uang masing-masing, bitcoin tetap hadir dan masuk ke dalamnya. Bitcoin tak mengenal batas negara, tidak goyah karena kondisi politik di pemerintahan, dan tidak terpengaruh apapun.
3. Sebagai pelindung dari inflasi
Layaknya emas, bitcoin dianggap dapat berperan sebagai nilai lindung dari inflasi. Bitcoin dapat menekan laju inflasi yang berlebihan.
4. Tabungan
Bitcoin merupakan bentuk baru tabungan masyarakat yang diterapkan dengan sistem yang tidak merepotkan. Selain itu dengan menabung bitcoin, semua perantara keuangan yang biasa dilakukan di bank-bank dapat dihilangkan. Para pemegangnya juga tak perlu membayar biaya layanan dan registrasi.

3 dari 3 halaman

Kekurangan Bitcoin

Di tengah kelebihannya tersebut, Bitcoin ternyata juga menyimpan sejumlah kekurangan yang cukup besar, seperti:
1. Tidak Stabil
Bitcoin merupakan mata uang yang bersifat spekulatif. Sedangkan saat ini belum cukup banyak perusahaan yang menawarkan pembelian dan penjualan produk-produk dengan bitcoin sebagai alat pembayarannya.
2. Sangat berisiko hilang atau dicuri
Sebagai mata uang virtual, bitcoin disimpat dalam bentuk file digital atau dikenal dengan sebutan wallet file. Dalam penggunaannya, wallet file serupa dengan fungsi dompet penyimpan uang tunai.

Baca Juga:  Aset Kripto Rasa Batman Bakal Tiba

Namun wallet file yang disimpan di hard disk peralatan elektronik Anda sangat rentan pada kerusakan. Selain itu, virus yang menyerang hard disk Anda juga dapat membuat bitcoin yang tersimpan hilang begitu saja.

Dompet digital tersebut juga dapat diretas dan dicuri melalui malware. Belum lagi risiko isi hard disk pemilik bitcoin terhapus tanpa sengaja. Lebih menyakitkan dari uang tunai, Anda kehilangan semua isi dompet tanpa bisa ditelusuri kemana hilangnya.

Selain itu, orang-orang yang memiliki keahlian di bidang komputerisasi berpotensi mencuri uang-uang tersebut.
3. Alat pencucian uang
Penggunaan mata uang bitcoin tidak dikontrol pemerintah atau lembaga keuangan yang berwenang. Akibatnya kondisi tersebut membuka peluang besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencucian uang dan penghindaran pajak.

[nof]

Source link