WE Online, Jakarta

Banyak faktor penyebab lemotnya koneksi internet lemot, mulai dari infrastruktur internet, interferensi jaringan, penggunaan data, traffic yang tinggi, faktor pemilihan perangkat dan kerusakan perangkat, adanya faktor pengganggu di dalam ruangan dan lainnya.

Bahkan banyak yang percaya perlu trik mengutak-atik pengaturan pada handphone maupun laptop seperti mencabut dan memasang kembali kartu SIM, mode pesawat, mematikan jaringan sementara, mengubah pengaturan DNS, rutin me-reboot / restart perangkat router dan lainnya sebagai solusi.

Dalam beberapa kasus seperti adanya interferensi signal wireless memang butuh restart, tapi umumnya lambatnya kecepatan akses sebenarnya dipicu oleh faktor lain, sehingga trik seperti itu kurang membawa dampak yang berarti.

Baca Juga:  Netflix Jajal Paket Mobile+ di India

Selain itu, ternyata masih banyak yang menganggap perangkat jaringan adalah satu kesatuan dengan layanan internet atau layanan Internet Service Provider (ISP).

Padahal, perangkat jaringan dan layanan internet merupakan dua hal yang berbeda namun melengkapi dan mendukung satu sama lain. 

Disinilah peran penting dari perusahaan penyedia perangkat jaringan, seperti TP-Link Indonesia, adalah dalam hal penyediaan komponen perangkat jaringan yang handal dengan dukungan teknologi, spesifikasi dan fitur yang mendukung layanan internetnya

Berikut ini, sejumlah tips yang diberikan TP-Link dalam memilih router yang tepat, berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu (11/7/2020).

Pertama, agar penggunaannya mencukupi, perhitungkan jumlah bandwidth yang tersedia dengan jumlah perangkat yang akan menggunakan bandwidth tersebut. Rendahnya kecepatan akses internet dari ISP yang tidak sebanding dengan jumlah perangkat yang terhubung. Sebagai contoh, penggunaan paket internet 10 mbps yang dibagi untuk 10 perangkat dimana secara teori setiap perangkat akan mendapatkan kecepatan internet sebesar 1 Mbps.

Baca Juga:  PT. PLN Berjanji Akan Perluas Jangkauan Internet Hingga ke Desa-Desa





Source link