PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyatakan akan terus menggenjot pertumbuhan Mitra Bukalapak agar terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perusahaan. Hal ini dapat terlihat dari capaian kuartal II perseroan, dimana kontribusi Mitra Bukakapak terhadap Total Processing Value (TPV) perseroan berhasil melesat dari 22% di kuartal II 2020 menjadi 48% pada kuartal II 2021.

“Tentunya kami akan selalu memaksimalkan sumber daya yang kami miliki agar bisnis kami semakin berkembang dan mengalami peningkatan yang baik, sehingga pada akhirnya kami dapat membantu menciptakan ekonomi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Howard Gani, CEO Buka Mitra Indonesia, di Jakarta, Senin (13/9/2021).

Tercatat, TPV perseroan pad kuartal II tumbuh sebesar 56% dan semester pertama tahun 2021  tumbuh 54% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing menjadi Rp 29,4 triliun pada kuartal II 2021 dan Rp 56,7 triliun pada semester I 2021.

Baca Juga:  Unicorn RI Bersiap IPO di AS, Investor: Perlu 3 Persiapan

Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan sebesar 34% pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I tahun 2020 sampai dengan semester I tahun 2021.

Sebanyak 75% TPV Perseroan selama semester pertama tahun 2021 berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung warung kecil ritel terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Mitra Bukalapak menjadi penggerak utama pertumbuhan perseroan, dimana TPV Mitra pada kuartal I 2021 dan smester I 2021 masing-masing meningkat sebesar 237% menjadi Rp 14,2 triliun dan 227% menjadi Rp 23,9 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 22% pada 2Q20 menjadi 48% pada kuaartal I 2021. ATV Mitra pada kuartal II 2021 meningkat sebesar 98% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020. Hal ini ditopang oleh kenaikan pada jumlah produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir Juni 2021, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta, naik dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.

Baca Juga:  Bos BRI Ventures Sebut Startup Unicorn RI Babak Belur karena Corona

Alhasil, pendapatan Bukalapak pada kuartal II 2021 tumbuh sebesar 37% dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 440 miliar, dan pendapatan semesteer I 2021 tumbuh 35% menjadi Rp 864 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada kuartal II 2021 tumbuh sebesar 292% menjadi Rp 145 miliar, sementara pendapatan pada semester I 2021 untuk Mitra Bukalapak naik sebesar 350% menjadi Rp 290 miliar. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 12% pada kuartal II 2020 menjadi 33% pada Kuartal II 2021.

Ia mengungkapkan jika Mitra Bukalapak berdiri sejak tahun 2017 yang dilatarbelakangi masih banyaknya UMKM yang belum terdigitalisasi. Pada awalnya Mitra Bukalapak hanya ada sebanyak 2.870 warung.

Baca Juga:  Tak Lagi Sandang Unikorn versi CB Insights, Ini Jawaban Tokopedia

Di mana, Mitra Bukalapak merupakan platform B2B Bukalapak untuk produk-produk fisik, virtual, dan keuangan yang memungkinkan warung traddissional dan agen individu memiliki akses kepada distribusi pasokan yang lebih lengkap.

“Mitra Bukalapak memiliki tagline #WarungNaikKelas, maknanyaa adalah untuk mendigitalisasi pasar konvensional Inddonesia. Tahun ini Mitra Bukalapak sudah ada 8,7 juta yang terdiri ddari warung dan agen individu yang tersebar di seluruh Indonesia,” terang Howard.

Berdasarkan riset Nielsen yang dilakukan pada juni 2021 terhadap 3.000 warung kios pulas menemukan bahwa di antara 14 kota di seluruh Indonesia, 14,8% penetrasi O2O tersebut dipimpin oleh Mitra Bukalapak dengan penetrasi 42%.

Di segmen warung yang menggunakan platform O2O, Mitra Bukalapak memimpin penetrasi di kategori gocery/bahan makanan sebesar 55% dan penetrasi produk virtual sebesar 52%.

Sumber: WartaEkonomi

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Mohon masukkan nama anda disini