RMco.id  Rakyat Merdeka – Satu lagi alat kesehatan berhasil ditelurkan anak bangsa untuk membantu penanganan Covid-19. Kemarin, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyampaikan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan alat untuk mendeteksi virus corona. 

Alat itu berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) dalam bentuk CT Scan dan x-ray. Penemuan itu diklaim bisa mempercepat pekerjaan tenaga medis mengeluarkan hasil diagnosis Covid-19.

“Alat itu bersifat komplemen terhadap deteksi berbasis PCR dan rapid test,” ungkap Kepala BNPT Hammam Riza di Jakarta,kemarin.

Hammam optimistis buatan Indonesia itu layak dipakai masyarakat. Dia juga yakin produk itu bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Baca Juga : Tinggal Kenangan, Komedian Omas Meninggal Dunia

Baca Juga:  Indonesia Sudah Pakai Teknologi AI Deteksi Covid-19

Hammam menegaskan, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 berkomitmen untuk terus melakukan akselerasi inovasi teknologi untuk mengatasi pandemi Covid-19. Pihaknya menargetkan bisa menghasilkan semua produk baik untuk keperluan pengujian, penelusuran, isolasi dan perawatan.

Pada sektor pengujian, lanjut Hammam, Konsorsium akan mempercepat proses skrining masyarakat untuk memetakan dan mengelola sebaran transmisi Covid-19.

Selain itu, konsorsium akan menciptakan jejaring laboratorium dan SDM untuk pengujian dengan metode berbasis RT-PCR. Kemudian untuk penelusuran, Konsorsium menyiapkan mobile laboratorium Bio Safety Level 2.

Dan, untuk perawatan, Konsorsium menyediakan produk medis seperti ventilator, mobile hand washer, face shield dan hand sanitizer.

Baca Juga : Turun 0,25 Persen, Rupiah Dibuka Loyo Nih

Baca Juga:  Empat Misi Utama Pemerintah Mengembangkan Strategi AI Nasional

Selain itu, Konsorsium akan menguatkan sistem informasi dan aplikasi AI untuk diagnosis Covid-19.

Hasilkan 61 Produk

Sementara, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, total produk yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk menangani Covid-19 dalam waktu 2 bulan sebanyak 61 buah.

Hasil produk tersebut merupakan bukti bahwa kapasitas peneliti dan perekayasa Indonesia dapat diandalkan dalam menghasilkan riset dan inovasi tepat guna.

Baca Juga : Ingin Jadi Bankir Syariah, Ini Resepnya…

“Tanggal 20 Mei 2020 pada Hari Kebangkitan Nasional kita jadikan sebagai hari kebangkitan Inovasi Nasional di mana kita meluncurkan produk-produk yang di awal Maret 2020 kemarin masih berupa pembicaraan dan impian,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenristek Siapkan Health Passport, Bisa Gantikan SIKM

Dengan waktu sangat pendek bisa menghasilkan produk itu, lanjut Bambang, membuktikan kapasitas peneliti, dosen dan perekayasa kita sangat luar biasa.

Mereka sangat adaptif, tidak hanya adaptif dengan adanya kemajuan teknologi namun juga adaptif dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam hal ini untuk penanganan pandemi Covid-19. “Sisi positif lain adanya pandemi telah mengubah perilaku birokrasi terkait regulasi atas perizinan khususnya pada alat kesehatan dan obatobatan,” ungkapnya. [DIR]




Source link