TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA– Sejumlah guru di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan terpaksa harus mengajar dan mengunjungi rumah murid dan siswanya saat ini.

Para guru tersebut melakukan aktivitas itu saat tahun ajaran baru tahun 2020 ini.

Mereka melakukan aktivitas belajar di rumah siswa atau muridnya karena minimnya jaringan internet seluler di kampung para siswa.

Tidak semua wilayah di Kabupaten Sinjai memiliki jaringan yang baik.

Atas kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa mewajibkan para guru untuk menjangkau mengajar siswa di rumah masing-masing dua kali dalam sepekan.

“Kami terapkan model pembelajaran, guru datangi rumah siswa dan memberikan pelajaran bagi wilayah yang belum memiliki jaringan 3G atau 4G,” kata Jefrianto, Senin (13/7/2020).

Hal itu dilakulan oleh Kepala Dinas Jefrianto agar materi pelajaran murid dan siswa tidak ketinggalan di masa pandemi covid-19 ini.

Cara belajar ini dilakukan selama virus corona di Sinjai belum terkendali. Sehingga tidak dibolehkan mengumpulkan siswa di sekolah.

Sementara bagi daerah siswa yang memiliki kualitas jaringan 3G dan 4G atau dapat dijangkau jaringan internet, maka guru dapat melakukan pembelajaran dengan Dalam Jaringan (Daring) aplikasi Microsoft.

” Bagi daerah yang terjangkau jaringan internet seluler maka tidak ada kendala, karena kita terapkan belajar online,” kata Jefrianto.

Senin pagi tadi para murid dan siswa melakukan sekolah perdana. Namun pertemuan mereka dengan guru tidak terlalu lama.

Para murid dan siswa diminta menyiapkan telepon seluler cerdas smartphone bagi yang orang tuanya mampu.

Sedang yang kurang mampu mengadakan smartphone mereka akan dikunjungi para guru di rumah masing-masing, jelas mantan Kepala Kesbangpol Sinjai itu.

Pantauan Tribun Sinjai.com sejumlah guru melakukan masa pengenalan sekola kepada muridnya dengan cara berjalan kaki mendatangi siswanya yang tidak terdapat jaringan seluler.

Tahun ada sekitar 6000 lebih murid dan siswa baru masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2020. (*)





Source link