Seperti beberapa vendor TI lainnya, Oracle pun melibatkan diri dalam upaya memerangi virus corona dan menemukan obat untuk melawan COVID-19. Ini yang dilakukan Oracle.

Seperti beberapa vendor TI lainnya, Oracle pun melibatkan diri dalam upaya memerangi virus corona dan menemukan obat untuk melawan COVID-19. Ini yang dilakukan Oracle.

Seperti beberapa vendor TI lainnya, Oracle pun melibatkan diri dalam upaya memerangi virus corona dan menemukan obat untuk melawan COVID-19. Ini yang dilakukan Oracle.

Upaya memerangi COVID-19 dilakukan Oracle dengan mengembangkan dan menyebarkan serangkaian aplikasi cloud. Aplikasi-aplikasi ini akan mengumpulkan data yang dibutuhkan para profesional di bidang kesehatan untuk menjawab satu penting: apa obat yang efektif untuk mengobati atau mencegah virus COVID-19

Sistem Uji Klinik

Sistem pertama yang diimplementasikan Oracle adalah sistem uji klinik. Hal ini bukan sesuatu yang baru bagi Oracle, yang telah menjadi pemasok sistem untuk uji klinik sejak lama. Selama bertahun-tahun, banyak obat-obatan, seperti obat kanker Keytruda, bisa memperoleh ijin dari regulator di seluruh dunia setelah terbukti aman dan efektif melalui data-data yang dikumpulkan oleh Oracle Clinical Trial Systems.

Baca Juga:  Ini Sejumlah Keunggulan Oracle Dedicated Region Cloud@Customer

Dan saat ini, Oracle Cloud sedang menjalankan uji klinik untuk menguji keamanan dan efektivitas berbagai obat dan vaksin yang dikembangkan untuk COVID-19. Uji coba ini berlangsung di banyak negara dan ratusan institusi. Sistem cloud terbaru dari Oracle adalah Clinical One yang memungkinkan institusi yang berwenang memulai uji klinik selama dua minggu saja. Jauh lebih cepat dari waktu yang dibutuhkan sebelumnya. 

Therapeutic Learning System

Selain mengumpulkan data uji klinik COVID-19, Oracle juga telah mengembangkan dan mendonasikan COVID-19 Therapeutic Learning System kepada Pemerintah AS. 

Sistem memungkinkan para dokter dan pasien mencatat efektivitas terapi obat-obatan yang dinilai menjanjikan untuk menyembuhkan COVID-19. Obat-obatan seperti Hydroxychloroquine, Remdesivir, dan Kaletra, sudah terbukti aman untuk mengobati penyakit lain namun belum terbukti efektif secara definitif untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Para dokter saat ini secara rutin memberikan obat-obatan tersebut dalam merawat pasien COVID-19. Kemudian dokter akan mencatat kemajuan kesehatan pasien pada Oracle Therapeutic Learning System.

Baca Juga:  Fitur Forward dibatasi Whatsapp untuk lawan hoaks Covid-19

Dengan mengumpulkan data kondisi semua pasien di AS secara nyata, dan data pasien di seluruh dunia segera setelah ini, kita akan secepatnya mengetahui obat mana yang paling efektif menyembuhkan COVID-19, disis optimalnya, dan di tahap apa obat harus diberikan. Dengan cara ini, tiap pasien juga akan berkontribusi terhadap upaya memerangi virus yang mematikan ini. 

Therapeutic Learning System merupakan hasil kolaborasi Oracle dengan National Institute of Health, Food and Drug Administration, Center for Disease Control and Prevention, Centers for Medicare & Medicaid Services, dan Department of Health and Human Services. Para dokter dan pasien di AS mulai mendaftarkan diri untuk disertakan dalam Therapeutic Learning System. Untuk saat ini, sistem baru dapat diakses oleh para dokter di AS, melalui covid19.oracle.com

Baca Juga:  Dukung Transformasi Bisnis Perusahaan, Oracle Gabungkan Teknologi dengan Inovasi Terbaru



Video Pilihan

PROMOTED CONTENT





Source link