Salah satu buronan kelas dunia, Carlos Ghosn jadi sorotan lantaran kabur dari Jepang ke Lebanon.

Mantan bos Nissan tersebut, terbang lintas negara menumpang jet, dalam penggunaan jasa eks pasukan khusus Amerika Serikat.

Terbangnya sang mantan pimpinan Nissan itu dibantu oleh putranya sendiri, Anthony Ghosn, yang membayar Michael Taylor eks pasukan khusus, dengan mata uang kripto.

Hal tersebut diungkap jaksa pengadilan federal Amerika Serikat, yang menemukan bukti baru berupa mata uang kripto sebagai salah satu metode pembayaran pelarian sang buron.

Jaksa menyebutkan bahwa Anthony Ghosn putra mantan pimpinan Nissan Carlos Ghosn membayar 500.000 dolar AS (Rp7,3 miliar) dalam bentuk mata uang kripto (cryptocurrency) kepada salah satu dari dua orang tersangka yang membantu ayahnya meninggalkan Jepang.

Baca Juga:  Kena Retas, Crypto Exchange Asal Jepang Kehilangan US$32 Juta

Seperti diberitakan Pikiran-rakyat.com dalam artikel “Mantan Bos Nissan Kabur dari Jepang ke Lebanon dengan Jet, Sang Anak Bayar Pakai Mata Uang Kripto” yang dilansir Reuters, Jumat, 25 Juli 2020.

Jaksa pengadilan federal mengatakan Anthony Ghosn telah mentransfer uang kripto itu dua bulan sebelum pelariannya ke Lebanon.

Jaksa mengajukan daftar bukti pembayaran sebagai pertimbangan kepada pengadilan agar tidak memberikan pembebasan bersyarat kepada Michael dan Peter Taylor.

Source link