Keynote utama AWS re:Invent 2019.

Me-reinvent dirinya menjadi pilihan berbagai perusahaan mapan agar tidak tertinggal berkat disrupsi yang terjadi di industrinya. AWS (Amazon Web Services) pun menjadi penyedia layanan cloud computing pilihan oleh para perusahaan tersebut. Klaim AWS ini tentunya diperkuat oleh posisi AWS yang merupakan penyedia infrastructure as a service nomor wahid di dunia dengan penghasilan yang terus bertumbuh. Menurut Gartner, pada tahun 2018 lalu, AWS memiliki pangsa pasar sebesar 47,8% dengan pertumbuhan penghasilan sebesar 26,8% dari tahun sebelumnya. Di AWS re:Invent 2019 yang berlangsung dari tanggal 2 sampai 6 Desember 2019 di Las Vegas, AWS kembali menawarkan berbagai produk, servis, dan fitur baru yang diklaim makin memudahkan konsumen untuk me-reinvent alias mentransformasi dirinya.

“Jika Anda pikirkan akan hal itu, para perusahaan rintisan ini telah mendisrupsi industri yang telah lama berdiri yang sudah ada untuk waktu yang lama,” sebut Andy Jassy (CEO, AWS). “Bagaimana kita sebaiknya berpikir mengenai mentransformasi diri kita, bagaimana sebaiknya kita me-reinvent bisnis kita pengalaman konsumen kita sehingga kita bisa berarti dan berkelanjutan untuk waktu yang lama,” jelas Andy Jassy lagi.

Aneka produk, servis, dan fitur baru yang memperluas dan memperdalam tawaran AWS tersebut, jumlahnya tak sedikit. Bahkan, AWS menyebutkan ada sebanyak lebih dari tujuh puluh produk, servis, dan fitur baru yang diumumkan. Pada keynote-nya, Andy Jassy menyorot sebagian dari produk, servis, dan fitur baru itu, yang beberapa di antaranya adalah instance M6g, R6g, C6g untuk Amazon EC2; instance Inf1 untuk Amazon EC2; Amazon S3 Access Points, Amazon SageMaker Autopilot, dan Amazon Kendra.

Baca Juga:  Huawei gandeng Kemdikbud kembangkan cloud dan AI

Instance M6g, R6g, C6g adalah instance baru Amazon EC2 yang ditenagai prosesor AWS Graviton2. Graviton2 sendiri adalah prosesor baru AWS yang berbasiskan arsitektur Arm. Dibandingkan AWS Graviton, AWS Graviton2 memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi. AWS mengklaim kinerja Graviton2 sebesar tujuh kalinya Graviton versi awal. Dibandingkan instance generasi kelima yang ditenagai prosesor x86 terkini, AWS menyebutkan instance baru itu menawarkan perbandingan antara harga dan kinerja yang lebih baik sebesar 40%. Instance M6g sudah tersedia dalam bentuk preview, sedangkan instance R6g dan C6g akan tersedia pada awal tahun 2020.

“Kenyataannya, dengan apa yang cloud tawarkan ke Anda, ia memberikan Anda kesempatan sekali dalam seumur hidup untuk mentransformasi secara total pengalaman dari konsumen, untuk mentransformasi secara total bisnis, dan untuk membangun hal-hal yang tidak pernah dimungkinkan sebelumnya,” ujar Andy Jassy (CEO, AWS) ketika menyampaikan keynote di AWS re:Invent 2019 di Las Vegas pada tanggal 3 Desember 2019.

Baca Juga:  Kisah Amazon Jadi Perusahaan Paling Mahal di Dunia

Instance Inf1 adalah instance baru Amazon EC2 yang ditujukan untuk inference. Instance Inf1 diklaim AWS sebagai instance di cloud yang menawarkan throughput tertinggi dan biaya per inference terendah. Biaya infrastruktur ML (machine learning) yang terbesar adalah pada inference dan bukannya pada training. Pasalnya, inference jumlah penggunaannya lebih tinggi dari training karena dilakukan oleh jauh lebih banyak perangkat dan juga lebih sering. Seperti instance M6g, R6g, C6g, instance Inf1 juga ditenagai oleh cip yang dikembangkan AWS. Cip untuk menenagai instance Inf1 yang telah tersedia itu disebut dengan Inferentia.

Amazon S3 Access Points menghadirkan kemampuan untuk mengatur hak akses untuk berbagai aplikasi yang berbagi pakai data di Amazon S3. Amazon S3 Access Points memudahkan pengaturan hak akses ini dalam skala yang besar karena dilakukan di access point yang mencakup aplikasi tertentu saja. Sebelumnya, tanpa Amazon S3 Access Points, pengaturan hak akses untuk berbagai aplikasi dalam skala besar sulit dilakukan dan rentan mengalami kesalahan berhubung dilakukan di bucket yang mencakup seluruh aplikasi. Amazon S3 Access Points juga telah tersedia sejak diumumkan.

Baca Juga:  Zoom Mengambil Langkah Mengejutkan dengan Memilih Oracle Cloud

Amazon SageMaker Autopilot adalah automated machine learning dengan kontrol dan visibilitas penuh. Setelah pengguna memasukkan datanya, Amazon SageMaker Autopilot akan mengubah data tersebut ke format untuk ML, memilih algoritme ML yang dinilai paling tepat, melatih sampai lima puluh model ML yang berbeda; dan dengan bantuan Amazon SageMaker Studio; menunjukkan peringkat dari model-model yang telah dilatih. Pengguna juga bisa memeriksa model-model tersebut lebih lanjut. Amazon SageMaker Studio sendiri diklaim sebagai integrated development environment penuh pertama untuk ML. Seperti Amazon SageMaker Autopilot, Amazon SageMaker Studio juga diumumkan di AWS re:Invent 2019. Keduanya pun sudah tersedia secara langsung dan melengkapi kemampuan Amazon SageMaker.

Adapun Amazon Kendra merupakan servis baru yang ditujukan untuk pencarian teks yang terdapat di berbagai dokumen internal perusahaan. Data yang terdapat di aneka dokumen yang dimaksud adalah yang tidak terstruktur. Amazon Kendra memanfaatkan ML dan natural language processing untuk melakukan tugasnya itu. Amazon Kendra sudah tersedia dalam bentuk preview saat diumumkan.

Video Pilihan

PROMOTED CONTENT

Source link

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Mohon masukkan nama anda disini