Liputan6.com, Jakarta – Kaspersky menemukan bahwa pandemi Covid-19 telah memengaruhi kebiasaan anak-anak secara online. Selama periode Januari hingga Mei, anak-anak di Indonesia menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol di internet.

Temuan ini merujuk pada data anonim yang dikumpulkan Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di Windows dan macOS di Indonesia.

Kategori media komunikasi di Internet mencakup percakapan online dan situs web yang mempromosikan, mendistribusikan, dan mendukung aplikasi untuk bertukar pesan secara instan, forum dan blog, jejaring sosial, layanan kencan online, serta web mail.

“Sebanyak 91 persen dari pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak terutama berusia 15-19, sehingga sangat penting bagi orang tua untuk membimbing mereka secara serius, mulai dari usia muda tentang bagaimana mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di online platform dengan aman,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky dalam pernyataan tertulis, Senin (13/7/2020).

Baca Juga:  Mantan Bos Google: Media Sosial Jadi Pelantang Suara Orang-orang Bodoh

Yeo mencontohkan, jika orang tua tak melakukan pengawasan, seorang anak yang menggunakan laptop kantor milik orang tuanya untuk mengunduh program yang ternyata memuat malware, dapat mengakibatkan hilangnya data pekerjaan yang bersifat rahasia. Kasus seperti ini juga memungkinkan alamat email kantor dibajak.

“Oleh karena itu, penting untuk mendidik anak-anak tentang praktik kebersihan siber yang baik karena ancaman dunia maya yang dihadapi oleh anak-anak dan organisasi. semuanya saling terkait, ketika garis antara perusahaan dan keamanan rumah menjadi semakin kabur,” tutur Yeo menegaskan.



Source link