Raksasa teknologi Amazon, Google, dan Wish alhirnya hapus produk neo-Nazi dan supremasi kulit putih yang dijual di situs. Penghapusan dilakukan setelah penyelidikan yang dipimpin oleh BBC.

Meski tiga perusahaan itu menyatakan bahwa produk rasis dilarang di platform, BBC dengan mudah menemukan bendera supremasi kulit putih, buku-buku neo-Nazi, dan barang dagangan Ku Klux Klan yang ditawarkan di situs.

Yang lebih buruk, dikutip Telset.id dari New York Post, Senin (27/07/2020), jika mengklik sebuah item, algoritma untuk Amazon dan Wish membawa Anda ke item yang lebih “mirip” ke produk penuh kebencian.

Satu barang yang dijual di Amazon adalah bendera supremasi kulit putih yang menampilkan Celtic Cross, yang oleh Liga Anti-Pencemaran Nama Baik disebut salah satu simbol supremasi kulit putih yang paling umum.

Baca Juga:  Kehadiran media sosial suatu keharusan bagi pemilik bisnis saat ini

Seorang konsumen mencatat dalam ulasan produk pada Juni 2020 bahwa simbol itu adalah bendera neo-Nazi. “Amazon seharusnya tidak mengambil keuntungan dari penjualan produk tersebut,” terang sang konsumen.

Daftar itu juga merekomendasikan bendera kontroversial lain, yakni simbol di bendera yang dikenakan oleh pria bersenjata Christchurch ketika membunuh 51 orang di masjid Selandia Baru pada 2019 lalu.

Di lain sisi, Google menyatakan tidak mengizinkan iklan atau produk yang dijual di platform yang menampilkan konten mengejutkan atau mempromosikan kebencian. “Kami menegakkan kebijakan ini,” tegas Google.

Sebelumnya, Amazon telah  menghapus gambar produk tertentu yang bertuliskan pesan rasisme. Amazon mengetahuinya setelah beberapa pengguna mencari AirPods dan produk sejenis lainnya di platform.

Baca Juga:  Gandeng Amazon & Amazon Web Services Indonesia, SiCepat Ekspres Kirimkan Paket Sembako

Menurut laporan, pesan tersebut memicu kemarahan publik dan viral di Twitter. Mereka menumpahkan sumpah serapah dengan topik “AirPods”.

Tangkapan layar dan tayangan video soal topik tersebut viral di Twitter. Para pengguna juga berbagi gambar. Daftar dengan pesan rasisme kini tidak lagi terlihat di situs resmi Amazon khusus pengguna di Inggris. (SN/MF)