Jakarta: Alibaba Cloud memperediksi bahwa di Indonesia akan semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya berinvestasi ke teknologi Artificial Intelligence (AI) ataua kecerdasan buatan.

Bukan hanya mehamai bahwa teknologi ini semakin canggih dan mempermudah setiap kegiatan. Di sisi bisnis teknologi AI bsia membantu perusahaan untuk menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih personal.

“Saya melihat beberapa tren yang cukup konsisten di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mungkin mengubah beberapa pola umum,” tutur VP of Alibaba Group, Senior Fellow of the Computing Platform BU Alibaba Cloud Intelligence USA, Yangqing Jia di konferensi pers online.

Menurutnya tren ini bisa dilihat dari semakin banyak pihak yang membangun atau berinvestasi ke pusat riset dan pengembangan teknologi AI. “Saya pikir kita akan melihat investasi raksasa serta fasilitas R&D terkait AI,” ujarnya.

Baca Juga:  Alibaba Cloud: Adopsi Teknologi AI Diprediksi akan Terus Meningkat - Semua Halaman

Menurut penjelasan Jia, kemampuan AI untuk menganalisa minat dan kebutuhan konsumen sebuah bisnis atau perusahaan mampu menyediakan insight yang mendalam. Nantinya insight atau data yang sudah diolah bisa digunakan untuk menciptakan produk atau jasa yang lebih personal.

Layanan atau produk yang bisa dipersonalisasi lebih disukai konsumen, tidak hanya dinilai lebih mudah digunakan tapi brand dari bisnsi atau perusahaan yang memanfaakan teknologi AI untuk ini menjadi lebih disukai. Akhirnya AI membantu bisnis dan perusahaan menciptakan layanan atau produk digital.

“Mereka akan lebih familiar dengan bisnis online, berbagai sektor dan bisnis ternyata sudah mulai berbenah diri. Perusahaan juga bisa mengetahui minat dan kebutuhan konsumen dengan AI, terlebih kebutuhan pelanggan berbeda-beda,” jelas Jia.

Baca Juga:  Facebook & Epic Games Kepincut Teknologi Metaverse, Apa Itu?

Meksipun awalnya proses adopsi AI dan teknologi digital diakui lamban namun menurut Jia kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat bisnis dna perusahaan harus beradaptasi dan mengandalkan teknologi digital. Proses adaptasinya justru dinilai semakin cepat.

(MMI)

Source link