Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan alasan kenapa Pemerintah Indonesia kembali kepincut balon internet Google atau Project Loon.

Seperti disampaikan Direktur Utama Bakti Anang Latief, project loon yang ada sekarang ini berbeda dengan teknologi tersebut pada lima tahun yang lalu.

Anang sendiri turut mengikuti penjajakan yang dilakukan Dirjen SDPPI Ismail dan Menkominfo Johnny G. Plate dengan Alphabet, induk perusahaan Google, selaku pemilik Project Loon, sebuah teknologi untuk memancarkan akses internet 4G hingga ke pelosok.

“Ini Loon menarik karena waktu ikut rapat dengan beliau (Menkominfo), Loon yang sekarang berbeda dengan Loon yang dulu ramai. Saya diperlihatkan mereka yang sedang pilot project dengan Kenya, sudah resmi, itu seperti BTS yang di darat ditarik ke udara,” ujarnya di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (30/7).

“Daya jangkau (Project Loon) luas. Ibarat lampu sorot yang ditarik ke atas itu jadi seperti lampu stadion. Ini luar biasa teknologi terbarunya, karena bisa terbang di atas ketinggian 20 kilometer, itu di atas awan, penerbangan, tidak ada cuaca di sana, bebas hujan, jadi luar biasa,” sambungnya.

Selain itu, perbedaan balon internet ini juga terlihat dari teknologinya yang sekarang bisa langsung memancarkan sinyal internet ke smartphone pengguna yang ada di daratan.

“Kalau dulu itu nggak langsung, tapi sekarang langsung ke HP. Saya juga lihat barangnya kecil, itu simpel. Terus listriknya juga memanfaatkan dari surya,” sebutnya.

Dengan kemampuan balon internet besutan Google itu, memungkinkan daerah yang sulit dijangkau BTS karena faktor geografis, bisa dijangkau olehnya. Project Loon dinilai cocok untuk daerah pulau-pulau kecil dan perbukitan atau pegunungan seperti wilayah Papua.

Baca Juga:  Pemerintah AS Gugat Google!

Dikatakan Anang, untuk saat ini penjajakan dengan Alphabet baru sebatas awal, sehingga belum mencapai persetujuan kedua belah pihak untuk memakai balon internet dalam memancarkan sinyal internet.

“Baru awal, itu pertama kali. Saya dan Pak Ismail juga belum paham teknologinya, tapi itu impresif. Sejauh ini baru Loon yang official ada pembicaraan dengan pemerintah,” pungkasnya.

Source link